Konflik yang tak perna usai


 Dari munculnya berbagai konflik dan goyangan bumi yang terjadi di barat hingga ke berbagai penjuru, apa yang bisa dilakukan selain melayani dan menyadarkan masyarakat agar tetap bijak dalam menjaga kesatuan Indonesia di tengah berbagai masalah yang datang. Sektor pertanian mulai terabaikan, sementara gedung-gedung terus dibangun tanpa henti; manusia lebih fokus mendirikan bangunan bertingkat tinggi tetapi melupakan pembangunan pendidikan yang seharusnya bisa menyatukan umat manusia berkat kualitasnya.

 Perhatikanlah keadaan saat ini, bencana gempa telah melanda seluruh negara akibat tindakan manusia sendiri. Seandainya saja, manusia lebih bersaing dalam melakukan kebaikan, dalam arti menyebarkan ilmu yang bermanfaat dan menjaga alam ini agar memberi hasil yang positif bagi bangsa dan negara. Kondisi yang ada sekarang adalah tantangan bagi umat manusia, karena terlalu banyak waktu telah dihabiskan untuk membangun gedung-gedung yang sangat tinggi. 

Kita mungkin tidak mampu berbuat banyak; barangkali umat Islam hanya terampil dalam melakukan ibadah namun lengah dalam menjaga lingkungan. Apakah kita ingat kisah Nabi Muhammad yang aktif dalam berdagang dan para sahabatnya yang sibuk membagikan ilmu? Runtuhnya bangunan-bangunan tersebut adalah ujian dari kelalaian kita; meskipun, runtuhnya sebuah bangunan tidak selalu berdampak negatif. 

Bisa jadi bangunan yang hancur itu merupakan tempat ibadah atau ruang bagi segelintir orang yang menyalahgunakannya, inilah alasan mengapa bumi terus berguncang agar manusia lebih sadar akan tindakannya. Dari masa Nabi hingga era presiden pertama Indonesia, banyak kritik dan cemoohan diarahkan agar manusia saat ini lebih memperhatikan sejarah dan membandingkannya sehingga bisa menciptakan ide-ide baru untuk membangun masa depan yang lebih baik.

 Jika di zaman jahiliyah wanita hanya dianggap sebagai pemuas hawa nafsu, kini wanita merupakan tonggak peradaban, sama halnya dengan istri Presiden Sukarno yang terlibat dalam menjahit bendera merah putih di Indonesia. Jika ada yang berpikir perempuan itu lemah, mereka hanya belum memahami bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk hidup dan berkontribusi dengan hal-hal positif di tengah masyarakat dan bangsa ini.


Perjuangan tidak akan pudar oleh waktu, amal perbuatan akan terus diingat di dunia; maka sebaik-baik manusia adalah mereka yang aktif dalam melakukan kegiatan positif selama hidup di dunia ini.


Goresan tinta perempuan desa

Rui desa Mekkatta, kecamatan Malunda, kabupaten Majene

082189664037 (Rina)

https://bune12345.blogspot.com/2025/07/konflik-yang-tak-perna-usai.htmlu

https://youtube.com/@riinarinarin5524?si=ftL8tGb0XyCEuVtl

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Wajib Tahu! Trik Parafrase Efektif + Bikin Daftar Pustaka Otomatis